1.
Bagaimana cara terapis untuk
menjelaskan tujuan dari terapi perspektif intergatif sehingga dapat membantu
konseli mengembangkan intergitasnya pada level tertinggi, ditandai adanya
aktualisasi diri dari integritas yang memuaskan (jelaskan dengan contoh)?
Tujuan
konseling dalam perspektif integratif yaitu membantu konseli mengembangkan
integritasnya pada level tertinggi, yang ditandai oleh adanya aktualisasi diri
dan integritas yang memuaskan.
Untuk
mencapai tujuan yang ideal ini maka konseli perlu dibantu untuk menyadari
sepenuhnya situasi masalahnya, mengajarkan konseli secara sadar dan intensif
memiliki latihan pengendalian di atas masalah tingkah laku. Terapi ini berfokus
secara langsung pada tingkah laku, tujuan, masalah dan sebagainya.
Seorang yang
selalu berpindah kantor atau pekerjaan karena tidak nyaman dengan dilingkungan
kerja berkonsultasi kepada konsuli lalu konsuli merekayasa mindset orang
tersebut supaya dia dapat nyaman dan dapat menerima karakter-karakter setiap
orang yang ada dilingkungan kerjanya.
2.
Bagaimana cara terapis mengetahui
metode apa yang tepat untuk memilih teknik yang akan dilakukan dalam melakukan
terapi bermain ? ( jelaskan dengan contoh kasus)
Tujuan terapi bermain adalah untuk membantu klien mencegah atau
menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial, mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang optimal melalui eksplorasi atau ekspresi diri. Terapi permainan
dilihat dari berapa umur pasien misalnya, alya adalah anak berumur 6 tahun, dia
duduk di taman kanan-kanak. Saat di taman kanak-kanak alya cendrung pendiam dan
murung juga tidak aktif seperti teman-teman lainnya yang ada dikelas bahkan
alya tidak mempunyai teman dan selalu
menangis saat akan tiba waktunya untuk sekolah. Lalu orang tua alya membawa
alya untuk terapis dan terapis memberi dia teknik dramatika play role play
untuk anak preschool dengan memberikan satu set boneka lalu alya disuruh
bermain dengan boneka tersebut dengan
memberikan peran setiap boneka untuk memainkan kehidupan nyata dan terapis
memperhatikan apa yang alya lakukan untuk mencari tahu masalah sebenarnya yang
terjadi.
3.
Bagaimana cara
efektif yang harus dilakukan terapis dalam metode teknik terapi keluarga? (
jelaskan dengan contoh kasus)
Tetapi keluarga cenderung untuk melihat masalah individu
dalam konteks lingkungan khususnya keluarga dan menitik beratkan pada proses
interpersonal. Teori terapi keluarga berdasarkan kenyataan bahwa manusia bukan
mahluk yang terisolir, dia adalah anggota dari kelompok sosial yang terlibat
aksi dan reaksi. Masalah yang terjadi pada individu berkaitan dengan interaksi
yang terjadi antara individu dan keluaraganya. Pada prinsipnya terapi keluarga
akan mengekslpoitasi interaksi pasien dalam konteks kehidupannya yang bermakna
yaitu dengan mengamati hubungan pasien dengan keluarganya.
Awalnya terapis melihat apa yang menjadi masalah dalam suatu
keluarga misalnya keluarga ali cenderung untuk tidak terbuka dalam hal apapun
bahkan seringkali menyalah artikan maksud perkataan dalam anggota keluarga untuk
itu terapist dari kelompok ikomunikasi dan kognitif menaruh perhatian untuk
menolong keluarga dan menjelaskan arti komunikasi yang terjadi diantara mereka.
Terapist menyuruh anggota keluarga meneliti apa yang dimaksud oleh anggota
keluarga yang lain saat menyatakan sesuatu.
Terapist juga memperhatikan punktuasi dari proses komunikasi yang terjadi pada keluarga dengan tujuan memperjelas kesalah pengertian, juga diperhatikan bahwa non verbal yang digunakan.
Terapist juga memperhatikan punktuasi dari proses komunikasi yang terjadi pada keluarga dengan tujuan memperjelas kesalah pengertian, juga diperhatikan bahwa non verbal yang digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar